Juan Mata Ungkap Alasan Menetap di Manchester United

Medio Juni kemarin, Juan Mata menyetop pemberitaan masa depannya dengan mengambil kesepakatan kontrak anyar dengan durasi 3 tahun di Manchester United. Ia melupakan Shanghai SIPG yang dikatakan menawarkan bayaran 550. ribu poundsterling per minggu.

Tiga minggu usai kepastian ini, Juan Mata pada akhirnya buka suara tentang argumennya menetap di Manchester United. Merasa betah sebab penerimaan dan perlakuan yang bagus dari tim jadi satu diantara sejumlah penyebab utamanya.

“Sebenarnya terdapat beberapa hal. Tapi, yang perdana ialah merasa punya tim ini. Ini sesuatu yang khusus, unik, ” kata Juan Mata pada MUTV sebagaimana dilansir Football5Star. com dari Manchester Evening News.

Walau akhir-akhir ini terpuruk, Red Devils masih pilihan menarik untuk pemain berposisi gelandang dari Spanyol ini. Ia menganggap tetangga Manchester City itu tetap salah 1 tim paling baik di Eropa.

“Kita mengerti terdapat 3 ataupun 4 tim raksasa di Eropa dan United merupakan salah 1 di antara mereka. Walau tidak dalam momen paling baik di sejarah kami, walau kami sudah menjuarai trofi-trofi, perasaan bangun tiap-tiap hari menjadi Setan Merah benar-benar mengesankan. Saya mau senantiasa mengalami hal tersebut, ” tutur Juan Mata.

Jelang kompetisi musim anyar, bintang yang pernah membela Chelsea ini memiliki ambisi raksasa. Ia mau membangun kembali Manchester United menuju posisi yang seharusnya, yaitu menjadi salah 1 power paling besar di Premier League dan senantiasa menjadi calon kuat jawara.

Juan Mata gabung dengan Manchester United pada kompetisi musim 2014-15 dengan nilai transfer 44, 73 juta €. Bareng Red Devils, ia sudah mendapat 4 piala, yaitu jawara Piala FA 2015-16, Piala Liga 2016-17, Liga Europa 2016-17, dan Community Shield 2017.

Lloris Mau Ciptakan Sejarah di Laga Tottenham kontra Liverpool

Hugo Lloris mengatakan jika Tottenham Hotspur berharap bisa membikin catatan history di Liga Champions. Jelas, dengan memenangi pertandingan laga pamungkas antara Tottenham Hotspur melawan Liverpool.

Laga Tottenham kontra Liverpool bakal bergulir di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, pada 1 Juni 2019. Tampil dalam laga pamungkas Liga Champions adalah peluang perdana Tottenham, sementara Liverpool merupakan kesebelasan menyandang status finalis musim kemarin.

Untuk Lloris, kesuksesan kesebelasannya melaju menuju laga pamungkas Liga Champions kompetisi musim ini adalah sesuatu yang mengesankan. Dia juga berharap kesebelasan berjulukan Spurs bisa membikin history anyar dengan mengangkat trofi.

“Sungguh, ini merupakan kejadian raksasa. Tiap-tiap kompetisi musim seluruh orang menantikan laga pamungkas Liga Champions, ” tutur Hugo Lloris sebagaimana ditulis Football5star. com dari Sky Sports.

“Bisa terlibat pada laga pamungkas Liga Champions adalah sesuatu yang amat mengesankan. Sebuah peluang raksasa bagi kami dan amat berharap dapat membikin catatan history di Liga Champions, ” katanya.

Spurs dapat melaju menuju laga pamungkas dengan menghempaskan Ajax di semi-final. Walau agregat usai dengan score 3-3, tim bimbingan Mauricio Pochettino melaju karena agresivitas goal tandang.

Di sisi lain, Liverpool menyudahi Barcelona usai menuai kemenangan cemerlang. Ya, usai mendapatkan kekalahan 0-3 di Stadion Camp No, anak didik Juergen Klopp bisa membalikkan kondisi. Kesebelasan beralias The Reds berhasil menuai kemenangan 4-0 kala tampil dalam Stadion Anfield.

Clarence Seedorf Beri Zidane Saran Tentang Psikologis Bintang

Mantan bintang Real Madrid dan tim nasional Belanda, Clarence Seedorf memberikan sedikit saran untuk juru tak-tik Los Blancos, Zinedine Zidane. Seedorf minta lelaki Prancis ini sedikit lebih memperhatikan sisi psikologis bintang.

Zidane ujar Seedorf seharusnya membikin pemain-pemain Real Madrid haus akan trofi. Apabila hal tersebut dapat diperbuat, dia percaya Zidane bakal mengantarkan kejayaan untuk Real Madrid.

“Harus terdapat harmoni yang bagus antara ia dengan pemain-pemain. Ini kompetisi musim yang sukar tapi membuat rasa lapar akan piala dan kemenangan bakal membikin pemain-pemain berlaga baik, ” tutur Seedorf sebagaimana dilansir football5star. com dari dailymail, Minggu (21/4/2019).

Lelaki yang kini jadi juru tak-tik tim nasional Kamerun itu menyatakan jika Zidane memang manajer yang ideal untuk Real Madrid sekarang. Dia punya jam terbang spektakuler menjadi pemain, ini nilai tambah yang mengesankan.

“Tinggal bagaimana Zidane berbagi jam terbangnya yang mengesankan ini pada pemain-pemain Real Madrid sekarang. Semua sesuatu amat vital apabila situasi ruang ganti amat kondusif, ” tutur Seedorf.

Seedorf mengatakan jika Zidane seharusnya memperhatikan betul tentang pembagian peran dengan para wakilnya di jajaran kepelatihan.

“Ada salah satu bagian yang mengurusi tentang porsi pelatihan, Kamu, tinggal berurusan pada aspek psikologis bintang. Untuk pola pelatihan yang lain. ” pungkas Seedorf.

Willian Minta Fans Chelsea Tak Hujat Jorginho

Pemain sayap Chelsea, Willian, menilai kecaman pada Jorginho tak adil. Ia meminta semua pendukung masih memberikan suport bagus guna seluruh pemain The Blues walau tengah tak main maksimum.

Jorginho adalah pembelian perdana The Blues di musim transfer pemain pada bursa transfer musim panas tahun lalu. Pemain berposisi gelandang timnas Italia ini menambatkan hatinya di Stamford Bridge usai direkrut senilai 52 juta poundsterling dari Napoli.

Transfer pemain pada itu merupakan tuntutan langsung dari Maurizio Sarri yang diangkat menjadi pelatih Chelsea kampanye musim itu. Keduanya sudah berduet sepanjang 2 kampanye musim kala masih ada pada Napoli.

Meski begitu, Jorginho terus disoraki semua pendukung The Blues di dalam beberapa waktu terbaru karena main tak bagus. Willian juga memperkuat kawan seklubnya itu.

“Menurut aku semua pendukung tak adil serta pastinya tak mau membicarakan tentang ini, ” tutur Willian.

“Ketika mereka berbuat ini (menyoraki Jorginho), aku tak berpikir tak nyaman di lapangan. Kala para pemain tak ada di dalam momen yang baik serta main bagus, kami perlu suport semua pendukung, ” kata pemain sayap timnas Brasil itu.

“Dia amat penting untuk kami serta salah satu pemain yang amat baik. Kami paham kemampuan ia, ” tutur Willian.

AC Milan Kalahkan Sassuolo, Gattuso Malah Ngamuk

Juru tak-tik AC Milan, Gennaro Gattuso, melontarkan kecaman pedas pada para pemainnya yang tidak tampil penuh pada laga vs Sassuolo. Anggapannya, AC Milan masih dapat main setingkat lebih bagus lagi pada laga melawan Sassuolo.

Rossonerri sukses mendapat hasil positif usai pemain bertahan Sassuolo, Pol Lirola mencetak gol bunuh diri pada menit ke-35. Lebih lanjut, Sassuolo jua dipaksa main dengan sepuluh pemain usai Andrea Consigli mendapat kartu merah pada menit ke-65.

“Saya bersyukur sebab kami bisa mendapat kemenangan pada laga melawan Empoli, Lazio serta Sassuolo. Namun, saya pikir, para pemain masih dapat main setingkat lebih bagus lagi, ” tutur Gennaro Gattuso dilansir dari website Football Italia.

“Saya pikir, kelelahan tidak jadi alasan utama di balik tidak begitu tajamnya performa para pemain. Kami terus kali sulit saat melawan klub-klub yang bertahan dengan bagus. Di lini defensif, memang ada perkembangan. Namun hal yang serupa tidak nampak di lini ofensif, ” tutur Gennaro Gattuso melanjutkan.

Hasil positif atas Sassuolo membikin Lucas Paqueta dkk sekarang duduk di peringkat ketiga klasemen sementara Serie A. Tapi, itu masih tidak membikin Gennaro Gattuso berpikir senang. Dia justru mengatakan AC Milan terus main negatif di dalam 2 pekan terbaru.

“Dalam 2 pekan terbaru, kami tidak berhasil memperlihatkan penampilan yang penuh di tiap-tiap laga. Namun, sekarang kami ada pada tempat yang pas. Saya harap para pemain tidak gampang terlena dengan tempat di klasemen sebab mereka terus berlaga negatif di dalam beberapa laga terakhir,” terakhirnya.

Gerard Pique Tidak Cemas Suarez Mandul

Pemain bertahan Barcelona, Gerard Pique, mengaku percaya Luis Suarez bakal balik lagi mendapatkan kegemilangannya di Liga Champions.

“Aku tak panik, kami punya beberapa bintang berkualitas di sektor serang serta saya percaya mereka bakal menyarangkan goal. Saat Kamu punya masa negatif kayak ini, Kamu kemungkinan dapat sedikit terobsesi. Apabila Suarez memperlihatkan 1 hal, ini merupakan kualitasnya buat menyarangkan goal, ” tutur Pique pada Soccerway.

Barcelona cuma bisa bermain seri 0-0 kontra tuan rumah Lyon di leg pertama fase enam belas besar Liga Champions di Groupama Stadium, Rabu (20/2) dini hari WIB.

Statistiik membukukan, Barcelona bisa menguasai bola sampai 63 persen. Lionel Messi cs juga melepas dua puluh tembakan, 5 di antaranya menuju ke gawang.

Khusus Suarez, bintang 32 tahun ini mendapatkan beberapa kans di pertandingan itu. Tapi, dia tidak berhasil mencatat namanya di papan skor. Sang striker juga dalam masa negatif. Dia cuma mencatat 1 goal di dalam 17 laga pamungkas di Liga Champions.

“Tim kembali dengan gairah yang bagus pada umumnya. Memang betul kami tak dapat membuat goal ataupun merebut kemenangan, namun kami berlaga dengan bagus serta beberapa kans yang dibikin, ” tutur Pique.

Bersama pencapaian itu, siapa saja yang unggul di leg ke 2 (13 Maret) bakal melaju ke fase perempat-final. Barcelona cukup diuntungkan sebab bakalan bertanding di kandang mereka, Camp Nou.

Delaney Percaya Pemusatan Pelatihan Dortmund Bakal Membawa Hasil Positif

Pemain berposisi gelandang Borussia Dortmund, Thomas Delaney, menyatakan jika pemusatan pelatihan Der BVB di Spanyol bakal memberi efek yang amat bagus. Dia juga percaya Dortmund bakal bisa meneruskan performa impresifnya di fase ke 2 Bundesliga kampanye musim ini.

Sekarang, Dortmund tengah melakukan pemusatan pelatihan di Spanyol demi bersiap buat menghadapi fase ke 2 Bundesliga kampanye musim ini. Dalam laga Bundesliga berikutnya, Der BVB bakal melawan kesebelasan kuat, RB Leipzig di hari Sabtu (19/1) waktu setempat.

“Kami pernah merasa lumayan kesulitan ketika melawan klub-klub yang berlaga dengan strategi bertahan. Klub-klub di Bundesliga memperlihatkan strategi yang lain sebab performa cemerlang kami di fase perdana kampanye musim ini,” tutur Delaney dilansir melalui website resmi Dortmund.

“Saya percaya kami bakal membawa efek yang bagus melalui pemusatan pelatihan ini. Di dalam beberapa hari menuju ke depan, kami bakal mendapat pelatihan yang amat berat. Aku amat bahagia sebab kami dapat latihan di area yang hangat,” tambah Delaney.

Sekarang, Dortmund masih ada pada pucuk klasemen Bundesliga bersama catatan 42 angka melalui 17 laga. Menang 6 poin melalui musuh bebuyutannya, Bayern Munich, yang ada pada tempat kedua.

Jelang liburan tengah musim, tim bimbingan Lucien Favre sempat kalah melalui kesebelasan promosi, Fortuna Dusseldorf. Hasil negatif ini jadi yang pertama buat Marco Reus dkk di kasta tertinggi sepakbola Jerman kampanye musim ini.

Allegri: Yang Kurang dari Juve Hanya Gelar Liga Champions

Juru tak-tik Juventus, Massimiliano Allegri, menilai satu-satunya yang kurang dari Si Nyonya Tua ialah gelar Liga Champions.

“Tim itu mengerjakan dengan amat bagus dan history Juventus mengatakan dengan jelas. Di dalam 7 musim terbaru, terdapat 7 trofi Liga Italia Serie A serta 2 partai puncak Liga Champions. Menjaga level ini makin berat,” tutur Allegri menurut Soccerway.

“Apabila kami mau berkembang, cuma tersedia 1 hal yang seharusnya dikerjakan yakni meraih gelar Liga Champions. Terdapat pesaing hebat yang tentu bakal kami temukan pada penghujung Liga Champions dan ini ialah Barcelona.”

Juventus sangat superior di Liga Italia Serie A. La Vecchia Signora berhasil memenangi Scudetto di dalam 7 kampanye musim berturut-turut.

Juventus pun pernah masuk 2 kali menuju partai puncak Liga Champions di tahun 2015 dan 2017. Tapi, Giorgio Chiellini cs selalu menerima kekalahan pada laga pamungkas. Allegri tidak mau hal tersebut terulang lagi.

“Kami mesti siap. Mulai Maret dan selanjutnya, itu merupakan kompetisi yang lain di mana kami pun perlu sedikit keberuntungan, tak ada cedera serta setiap orang di dalam situasi yang bagus. Liga Champions terdiri dari momen serta kejadian, jadi kami mesti cerdas dan beruntung,” tutur Allegri.

Sejauh ini, Juventus main keren pada fase penyisihan grup Liga Champions. Juventus selalu menang dari 3 laga yang sudah mereka jalani.

Mourinho Ampuni Sarri serta Asistennya

Juru tak-tik Manchester United, Jose Mourinho, berselisih dengan asisten manajer Maurizio Sarri, Marco Ianni, saat menghadapi Chelsea di partai pekan kesembilan Liga Inggris di Stamford Bridge, London, Sabtu (20/10).

Laga itu berakhir dengan kedudukan 2-2.

Gol-gol Chelsea digelontorkan oleh Antonio Ruediger (menit ke-21) serta Ross Barkley (90+6′).

Di sisi lain, 2 goal Manchester United dicatat Anthony Martial (55′, 73′).

Tak lama setelah goal Barkley, Jose Mourinho tertangkap kamera Cekcok dengan Marco Ianni.

Rupanya, Ianni memprovokasi Mourinho dengan berselebrasi persis di hadapan Mourinho.

Insiden itu luput dari pandangan Maurizio Sarri.

“Saya tak menyaksikan apakah yang berlangsung, namun aku sudah ngobrol bersama Jose Mourinho, ” tutur Maurizio Sarri sebagaimana ditulis BolaSport. com dari BBC.

“Saya menyadari jika team saya ada pada sisi yang salah di dalam kondisi itu. ”

“Saya pun sudah mengatakan bersama salah satu anggota staf aku serta sudah menangani hal itu dengan selekasnya, ” kata Sarri meneruskan.

Jose Mourinho juga mengakui telah memaafkan Maurizio Sarri serta Marco Ianni.

“Bukan aku yang bereaksi, namun asisten Sarri. Ia amat tak sopan, ” tutur Jose Mourinho.

“Namun, Sarri telah mengurus hal itu. Sarri serta asistennya sudah minta maaf pada aku serta aku menerimanya. ”

“Bagi aku, cerita itu telah usai. Segalanya baik-baik saja, ” tutur Mourinho sedang.

 

Dua Rekor Kelam Iringi Kehancuran Der Panzer

Result mengecewakan 1-2 tim nasional Jerman dari tim nasional Prancis di partai UEFA Nations League, memberi 2 goresan tinta merah di rapor mereka.

Tim nasional Jerman bertekuk lutut ketika bertandang menuju markas Prancis di Stade de France, Paris, di dalam pertandingan ke 3 Liga A Grup satu UEFA Nations League, Rabu (17/10/2018).

Satu goal mereka lewat Toni Kroos (14′ penalti) dibalas 2 lesakan tim nasional Prancis atas nama Antoine Griezmann yang dibuat saat laga sudah berjalan hingga menit ke-62 serta 80′ (penalti).

Rekor Opta Franz yang dinukil BolaSport. com memaparkan jika itu merupakan kali perdana tim nasional Jerman bertekuk lutut enam pertandingan di dalam 1 musim kalender.

Hasil negatif pertama Die Mannschaft di tahun itu dimulai kala dibantai Brasil 0-1 pada markas sendiri, Olympiastadion, Berlin, di partai friendly 27 Maret silam.

Berikutnya, mereka kerap menerima kekalahan ketika menghadapi Austria (1-2), Meksiko (0-1), Korea Selatan (0-2), serta vs Belanda (0-3) di 13 Oktober 2018 pada UEFA Nations League.

Teranyar, mereka bertekuk lutut 1-2 melalui tim nasional Prancis malam tadi

Lebih lanjut, itu adalah hasil negatif ke 2 dengan cara beruntun Kesebelasan Panser pada turnamen kompetisi semenjak kali terakhir di 2000.

Waktu itu, mereka menerima kekalahan dari Inggris (0-1) serta Portugal (0-3) di fase grup Piala Eropa 2000.

Di sisi lain hasil negatif itu membikin tim bimbingan Joachim Loew ada pada tempat sangat buncit alias tempat ke 3 dengan hanya mencatatkan 1 poin dari tiga pertandingan.

Mereka terpaut dari Prancis pada pucuk klasemen Liga A Grup satu dengan tujuh angka, serta Belanda yang punya tiga poin di peringkat kedua.

Tim nasional Jerman pun dipastikan tidak dapat melaju menuju fase semi-final di Juni musim depan, dan berpotensi turun kasta menuju Liga B sebab baru mengumpulkan 1 angka sejauh ini.